javascript

Jumat, 24 September 2010

FASILITAS MICROTIK

Sebuah sistem jaringan, baik itu skala kecil maupun skala besar, memerlukan sebuah perangkat yang disebut sebagai router (baca: rowter). Perangkat router ini menentukan titik jaringan berikutnya di mana sebuah paket data dikirim ke jalur-jalur jaringan yang dituju.

Sebuah perangkat router umumnya terhubung sedikitnya ke dua jaringan, dalam konfigurasi dua buah LAN (Local Area Network) dengan WAN (Wide Area Network, seperti akses pita lebar broadband) atau sebuah LAN dengan jaringan penyedia akses internet (Internet Service Provider, ISP). Sebuah router biasanya terletak pada sebuah gateway, tempat di mana dua atau lebih jaringan terkoneksi satu sama lainnya.

Ada banyak router yang tersedia di pasaran yang dijual dengan harga yang bervariasi, tergantung dari kebutuhan sebuah jaringan. Untuk penggunaan akses broadband yang dikombinasi dengan penggunaan fasilitas nirkabel berupa Access Point, umumnya perangkat ini sudah dilengkapi dengan sebuah fasilitas router yang sudah lumayan lengkap.

Namun, untuk sebuah usaha kecil menengah dengan kebutuhan beberapa jasa jaringan seperti e-mail, web server, dan sejenisnya untuk menggunakan beberapa alamat protokol internet (IP address), perangkat router yang tersedia akan menjadi sangat mahal. Apalagi, kalau IP address yang digunakan hanya dalam jumlah yang terbatas, maka penggunaan perangkat keras router bermerek menjadi terlalu mahal.

Jika Dana terbatas :

Salah satu kemungkinan adalah membuat sendiri apa yang disebut PC router, menggunakan komputer sederhana dan murah dan memiliki dua perangkat Ethernet masing-masing digunakan untuk jaringan lokal dan lainnya untuk akses ke jaringan WAN (terhubung ke ISP). Perangkat PC router ini kemudian diisi dengan sebuah perangkat lunak router buatan Mikrotik (www.mikrotik.com) dengan membayar lisensi sekitar 45 dollar AS.

Perangkat lunak router Mikrotik memiliki seluruh fasilitas routing yang dibutuhkan, mampu mengendalikan jaringan kerja yang kompleks. Penggunaan dan pemasangannya sederhana, cukup dengan pelatihan sebentar saja, sebuah UKM mampu menggunakan fasilitas router ini tanpa harus memiliki departemen teknologi informasi sendiri.

Fitur PC router Mikrotik ini mencakup load balancing untuk membagi beban akses jaringan, fasilitas tunneling untuk membuat akses aman VPN (Virtual Provate Network), bandwith management untuk mengatur berbagai protokol dan port, serta memiliki kemampuan untuk dikombinasikan dengan jaringan nirkabel.

Miktrotik juga menyediakan fasilitas firewall untuk melindungi akses dari berbagai ancaman yang tersebar di internet. Mereka yang memiliki dana terbatas tapi menginginkan akses jaringan di dalam dan luar yang aman, mudah digunakan, murah, dan tangguh, menggunakan Mikrotik adalah pilihan yang menarik.

Jumat, 27 Agustus 2010

ROUTER 3 NETWORK DENGAN 3 KELAS IP

Server

Menyediakan Resourch/sumber daya yang dibutuhkan oleh jaringan misalnya:
  • file storage/sharing
  • email
  • WEB
  • DNS
  • dan lain-lain
JENIS-JENIS SERVER

  1. web server
Menyediakan layanan halaman web untuk memakai server ini dibutuhkan browser untuk memanggilnya
Contoh:IIS.apache,Xitami,dll

PERALATAN KONEKSI JARINGAN


1. NIC
Kartu jaringan
(Inggris: network interface card disingkat NIC atau juga network card) adalah sebuah kartu yang berfungsi sebagai jembatan dari komputer ke sebuah jaringan komputer. Jenis NIC yang beredar, terbagi menjadi dua jenis, yakni NIC yang bersifat fisik, dan NIC yang bersifat logis. Contoh NIC yang bersifat fisik adalah NIC Ethernet, Token Ring, dan lainnya; sementara NIC yang bersifat logis adalah loopback adapter dan Dial-up Adapter. Disebut juga sebagai Network Adapter. Setiap jenis NIC diberi nomor alamat yang disebut sebagai MAC address, yang dapat bersifat statis atau dapat diubah oleh pengguna.

2. HUB

Hub adalah sebuah perangkat jaringan komputer yang berfungsi untuk menghubungkan peralatan-peralatan dengan ethernet 10BaseT atau serat optik sehingga menjadikannya dalam satu segmen jaringan. Hub bekerja pada lapisan fisik (layer 1) pada model OSI.

3. SWITCH
Switch jaringan
(atau switch untuk singkatnya) adalah sebuah alat jaringan yang melakukan bridging transparan (penghubung segementasi banyak jaringan dengan forwarding berdasarkan alamat MAC).

Switch jaringan dapat digunakan sebagai penghubung komputer atau router pada satu area yang terbatas, switch juga bekerja pada lapisan data link, cara kerja switch hampir sama seperti bridge, tetapi switch memiliki sejumlah port sehingga sering dinamakan multi-port bridge.

4. ROUTER

Jembatan jaringan (Inggris:Network Bridge) adalah sebuah komponen jaringan yang digunakan untuk memperluas jaringan atau membuat sebuah segmen jaringan. Jembatan jaringan beroperasi di dalam lapisan data-link pada model OSI. Jembatan juga dapat digunakan untuk menggabungkan dua buah media jaringan yang berbeda, seperti halnya antara media kabel Unshielded Twisted-Pair (UTP) dengan kabel serat optik atau dua buah arsitektur jaringan yang berbeda, seperti halnya antara Token Ring dan Ethernet. Jembatan akan membuat sinyal yang ditransmisikan oleh pengirim tapi tidak melakukan konversi terhadap protokol, sehingga agar dua segmen jaringan yang dikoneksikan ke jembatan tersebut harus terdapat protokol jaringan yang sama (seperti halnya TCP/IP). Jembatan jaringan juga kadang-kadang mendukung protokol Simple Network Management Protocol (SNMP), dan beberapa di antaranya memiliki fitur diagnosis lainnya.

Terdapat tiga jenis jemabatan jaringan yang umum dijumpai:

  • Jembatan Lokal: sebuah Jembatan yang dapat menghubungkan segmen-segmen jaringan lokal.
  • Jembatan Putar: dapat digunakan untuk membuat sebuah sambungan (link) antara LAN untuk membuat sebuah Wide Area Network.
  • Jembatan Nirkabel: sebuah bridge yang dapat menggabungkan jaringan LAN berkabel dan jaringan LAN nirkabel.
5. BRIDGE

Jembatan jaringan (Inggris:Network Bridge) adalah sebuah komponen jaringan yang digunakan untuk memperluas jaringan atau membuat sebuah segmen jaringan. Jembatan jaringan beroperasi di dalam lapisan data-link pada model OSI. Jembatan juga dapat digunakan untuk menggabungkan dua buah media jaringan yang berbeda, seperti halnya antara media kabel Unshielded Twisted-Pair (UTP) dengan kabel serat optik atau dua buah arsitektur jaringan yang berbeda, seperti halnya antara Token Ring dan Ethernet. Jembatan akan membuat sinyal yang ditransmisikan oleh pengirim tapi tidak melakukan konversi terhadap protokol, sehingga agar dua segmen jaringan yang dikoneksikan ke jembatan tersebut harus terdapat protokol jaringan yang sama (seperti halnya TCP/IP). Jembatan jaringan juga kadang-kadang mendukung protokol Simple Network Management Protocol (SNMP), dan beberapa di antaranya memiliki fitur diagnosis lainnya.

Terdapat tiga jenis jemabatan jaringan yang umum dijumpai:

  • Jembatan Lokal: sebuah Jembatan yang dapat menghubungkan segmen-segmen jaringan lokal.
  • Jembatan Putar: dapat digunakan untuk membuat sebuah sambungan (link) antara LAN untuk membuat sebuah Wide Area Network.
  • Jembatan Nirkabel: sebuah bridge yang dapat menggabungkan jaringan LAN berkabel dan jaringan LAN nirkabel.
6. GATEWAY

Gateway adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk menghubungkan satu jaringan komputer dengan satu atau lebih jaringan komputer yang menggunakan protokol komunikasi yang berbeda sehingga informasi dari satu jaringan computer dapat diberikan kepada jaringan komputer lain yang protokolnya berbeda. Definisi tersebut adalah definisi gateway yang utama.

Seiring dengan merebaknya internet, definisi gateway seringkali bergeser. Tidak jarang pula pemula menyamakan "gateway" dengan "router" yang sebetulnya tidak benar.

Kadangkala, kata "gateway" digunakan untuk mendeskripkan perangkat yang menghubungkan jaringan komputer besar dengan jaringan komputer besar lainnya. Hal ini muncul karena seringkali perbedaan protokol komunikasi dalam jaringan komputer hanya terjadi di tingkat jaringan komputer yang besar.

Kelebihan dan Kekurangan Komunikasi Publik

Fiber Optic :

kia lihat dulu kelebihan FO
Kelebihan Fiber optic :
  • Berkemampuan membawa lebih banyak informasi dan mengantarkan informasi dengan lebih akurat dibandingkan dengan kabel tembaga dan kabel coaxial.
  • Kabel fiber optic mendukung data rate yang lebih besar, jarak yang lebih jauh dibandingkan kabel coaxial, sehingga menjadikannya ideal untuk transmisi serial data digital.
  • Kebal terhadap segala jenis interferensi, termasuk kilat, dan tidak bersifat mengantarkan listrik. Sehingga tidak berpengaruh terhadap tegangan listrik, tidak seperti kabel tembaga yang bisa lossing data karena pengaruh tegangan listrik.
  • Sebagai dasarnya seratnya dibuat dari kaca, tidak dipengaruhi oleh korosi dan tidak berpengaruh pada zat kimia, sehingga tidak tidak akan rusak kecuali kimia pada konsentrasi tertentu.
  • Karena yang dikirim adalah signal cahaya, maka tidak ada kemungkinan ada percikan api bila serat atau kabel tersebut putus. Selain itu juga tidak menyebabkan tegangan listrik dalam proses perbaikannya bila ada kerusakan.
  • Kabel fiber optic tidak terpengaruh oleh cuaca.
  • Kabel fiber optic walaupun memiliki banyak serat pada satu kabel namun bila dibandingkan terhadap kabel coaxial dan kabel tembaga akan lebih kecil dan lebih bercahaya bila diisi dengan muatan informasi yang sama. Lebih mudah dalam penanganan dan pemasangannya.
  • Kabel fiber optic lebih aman digunakan dalam sistem komunikasi, sebab lebih susah disadap namun mudah di-monitor. Bila ada gangguan pada kabel – ada yang menyadap sistem – maka muatan informasi yang dikirim akan jauh berkurang sehingga bisa cepat diketahui dan bisa cepat ditangani.
Lalu ney kekurangannya, karena setiap barang tuh ada kelebihan dan juga kekurangannya
Kekurangan :
1. Biaya yang mahal untuk peralatannya.
2. Perlu konversi data listrik ke Cahaya dan sebaliknya yang rumit.
3. Perlu peralatan khusus dalam prosedur pemakaian dan pemasangannya.
4. Untuk perbaikan yang kompleks perlu tenaga yang ahli di bidang ini.
5. Selain merupakan keuntungan, sifatnya yang tidak menghantarkan listrik juga merupakan kelemahannya, karena musti memerlukan alat pembangkit listrik eksternal.
6. Bisa menyerap hidrogen yang bisa menyebabkan loss data.
Lanjut ke Wireless, kalo baca jangan setengah-setengah, ayow lanjut agan-agan dan aganwati…
Setelah kita melihat tentang penjelasan wireless LAN disini, Selanjutnya sayaakan menjelaskan tentang apa kelebihan dan kekurangan dari wireless LAN. berikut penjelasannya :
Kelebihan dari WLAN :
  • Mobilitas dan Produktivitas Tinggi, WLAN memungkinkan client untuk mengakses informasi secara realtime sepanjang masih dalam jangkauan WLAN, sehingga meningkatkan kualitas layanan dan produktivitas. Pengguna bisa melakukan kerja dimanapun ia berada asal dilokasi tsb masuk dalam coverage area WLAN.
  • Kemudahan dan kecepatan instalasi, karena infrastrukturnya tidak memerlukan kabel maka instalasi sangat mudah dan cepat dilaksanakan, tanpa perlu menarik atau memasang kabel pada dinding atau lantai.
  • Fleksibel, dengan teknologi WLAN sangat memungkinkan untuk membangun jaringan pada area yang tidak mungkin atau sulit dijangkau oleh kabel, misalnya dikota-kota besar, ditempat yang tidak tersedia insfrastruktur kabel.
  • Menurunkan biaya kepemilikan, dengan satu access point sudah bisa mencakup seluruh area dan biaya pemeliharaannya murah (hanya mencakup stasiun sel bukan seperti pada jaringan kabel yang mencakup keseluruhan kabel)
Kelemahan dari WLAN
  • Biaya peralatan mahal (kelemahan ini dapat dihilangkan dengan mengembangkan dan memproduksi teknologi komponen elektronika sehingga dapat menekan biaya jaringan),
  • Delay yang besar, adanya masalah propagasi radio seperti terhalang, terpantul dan banyak sumber interferensi (kelemahan ini dapat diatasi dengan teknik modulasi, teknik antena diversity, teknik spread spectrum dll),
  • Kapasitas jaringan menghadapi keterbatasan spektrum (pita frekuensi tidak dapat diperlebar tetapi dapat dimanfaatkan dengan efisien dengan bantuan bermacam-macam teknik seperti spread spectrum/DS-CDMA) dan keamanan data (kerahasiaan) kurang terjamin (kelemahan ini dapat diatasi misalnya dengan teknik spread spectrum).
Kabel ney…
Penjelasannya :
Kelebihan coaxial:
  • hampir tidak terpengaruh noise
  • harga relatif murah
Kelemahan coaxial:
  • penggunaannya mudah dibajak
  • thick coaxial sulit untuk dipasang pada beberapa jenis ruang
Kelebihan twisted pair:
  • harga relatif paling murah di antara kabel jaringan lainnya
  • mudah dalam membangun instalasi
Kelemahan:
  • jarak jangkau hanya 100 m dan kecepatan transmisi relatif terbatas (1 Gbps)
  • mudah terpengaruh noise (gangguan)
yang terakhir, satelit brow… kayaknya terlalu muluk-muluk deh…
Kelebihan dari satelit Layanan Internet
  • Bahkan orang-orang yang tinggal di daerah-daerah di mana internet dial up tidak mungkin mungkin dapat menggunakan kecepatan tinggi layanan internet satelit
  • Satelit layanan Internet terjangkau-sering lebih murah daripada jenis lainnya koneksi internet kecepatan tinggi
  • Satelit layanan internet tersedia di mana-mana di Continental Amerika Serikat.
  • Kecepatan koneksi berkecepatan tinggi layanan internet satelit jauh lebih cepat daripada dial up.
  • Ada hampir tidak ada batas maksimal upload dan download dari internet karena terdapat begitu banyak titik kontak.
Kontra dari satelit Layanan Internet
  • Hal ini dapat diperlambat oleh kondisi cuaca (seperti satelit televisi)
  • Tergantung pada kecepatan tinggi satelit penyedia layanan internet mungkin Anda masih perlu untuk dapat dial up ke internet (meskipun mereka menjadi langka)

Mikrotik

MikroTik RouterOS™ adalah sistem operasi dan perangkat lunak yang dapat digunakan untuk menjadikan komputer manjadi router network yang handal, mencakup berbagai fitur yang dibuat untuk ip network dan jaringan wireless, cocok digunakan oleh ISP dan provider hotspot.

Senin, 18 Januari 2010

SISTEM KEAMANAN JARINGAN

Keamanan Jaringan Komputer

Tujuan Keamanan Jaringan Komputer
  • Availability / Ketersediaan
  • Reliability / Kehandalan
  • Confidentiality / Kerahasiaan

Cara Pengamanan Jaringan Komputer :
  • Autentikasi
  • Enkripsi

Autentikasi
  • Proses pengenalan peralatan, sistem operasi, kegiatan, aplikasi dan identitas user yang terhubung dengan jaringan komputer.
  • Autentikasi dimulai pada saat user login ke jaringan dengan cara memasukkan password.

Tahapan Autentikasi
  1. Autentikasi untuk mengetahui lokasi dari peralatan pada suatu simpul jaringan (data link layer dan network layer)
  2. Autentikasi untuk mengenal sistem operasi yang terhubung ke jaringan (transport layer)
  3. Autentikasi untuk mengetahui fungsi/proses yang sedang terjadi di suatu simpul jaringan (session dan presentation layer)
  4. Autentikasi untuk mengenali user dan aplikasi yang digunakan (application layer)

Minggu, 10 Januari 2010

CARA INSTALASI WINDOWS DNS SERVER

This step-by-step article describes how to install and configure DNS on your Windows Server 2003 computer.

Before You Start

Before you start to configure your DNS, you must gather some basic information. Internic must approve some of this information for use on the Internet, but if you are configuring this server for internal use only, you can decide what names and IP addresses to use.

You must have the following information:
  • Your domain name (approved by Internic).
  • The IP address and host name of each server that you want to provide name resolution for.
Note: The servers may be your mail servers, public access servers, FTP servers, WWW servers, and others.

Before you configure your computer as a DNS, verify that the following conditions are true:
  • Your operating system is configured correctly. In the Windows Server 2003 family, the DNS service depends on the correct configuration of the operating system and its services, such as TCP/IP. If you have a new installation of a Windows Server 2003 operating system, then you can use the default service settings. You do not have to take additional action.
  • You have allocated all the available disk space.
  • All the existing disk volumes use the NTFS file system. FAT32 volumes are not secure, and they do not support file and folder compression, disk quotas, file encryption, or individual file permissions

Install DNS

  1. Open Windows Components Wizard. To do so, use the following steps:
    1. Click Start, click Control Panel, and then click Add or Remove Programs.
    2. Click Add/Remove Windows Components.
  2. In Components, select the Networking Services check box, and then click Details.
  3. InSubcomponents of Networking Services, select the Domain Name System (DNS) check box, click OK, and then click Next.
  4. If you are prompted, in Copy files from, type the full path of the distribution files, and then click OK.

Configure DNS

  1. Start the Configure Your Server Wizard. To do so, click Start, point to All Programs, point to Administrative Tools, and then click Configure Your Server Wizard.
  2. On the Server Role page, click DNS server, and then click Next.
  3. On the Summary of Selections page, view and confirm the options that you have selected. The following items should appear on this page:
    • Install DNS
    • Run the Configure a DNS Wizard to configure DNS
    If the Summary of Selections page lists these two items, click Next. If the Summary of Selections page does not list these two items, click Back to return to the Server Role page, click DNS, and then click Next.
  4. When the Configure Your Server Wizard installs the DNS service, it first determines whether the IP address for this server is static or is configured automatically. If your server is currently configured to obtain its IP address automatically, the Configuring Components page of the Windows Components Wizard prompts you to configure this server with a static IP address. To do so:
    1. In the Local Area Connection Properties dialog box, click Internet Protocol (TCP/IP), and then click Properties.
    2. In the Internet Protocols (TCP/IP) Properties dialog box, click Use the following IP address, and then type the static IP address, subnet mask, and default gateway for this server.
    3. In Preferred DNS, type the IP address of this server.
    4. In Alternate DNS, type the IP address of another internal DNS server, or leave this box blank.
    5. When you finish setting up the static addresses for your DNS, click OK, and then click Close.
  5. After you click Close, the Configure a DNS Server Wizard starts. In the wizard, follow these steps:
    1. On the Select Configuration Action page, select the Create a forward lookup zone check box, and then click Next.
    2. To specify that this DNS hosts a DNS zone that contains DNS resource records for your network resources, on the Primary Server Location page, click This server maintains the zone, and then click Next.
    3. On the Zone Name page, in Zone name, specify the name of the DNS zone for your network, and then click Next. The name of the zone is the same as the name of the DNS domain for your small organization or branch office.
    4. On the Dynamic Update page, click Allow both nonsecure and secure dynamic updates, and then click Next. This makes sure that the DNS resource records for the resources in your network update automatically.
    5. On the Forwarders page, click Yes, it should forward queries to DNS servers with the following IP addresses, and then click Next. When you select this configuration, you forward all DNS queries for DNS names outside your network to a DNS at either your ISP or central office. Type one or more IP addresses that either your ISP or central office DNS servers use.
    6. On the Completing the Configure a DNS Wizard page of the Configure a DNS Wizard, you can click Back to change any of the settings. To apply your selections, click Finish.
After you finish the Configure a DNS Wizard, the Configure Your Server Wizard displays the This Server is Now a DNS Server page. To review all the changes that you made to your server in the Configure Your Server Wizard or to make sure that a new role was installed successfully, click Configure Your Server log. The Configure Your Server Wizard log is located at %systemroot%\Debug\Configure Your Server.log. To close the Configure Your Server Wizard, click Finish.

JENIS SERANGAN DAN AKTIVITAS ILEGAL DALAM JARINGAN KOMTUTER

JENIS SERANGAN DAN AKTIVITAS ILEGAL DALAM JARINGAN KOMPUTER
1.BACKDOOR
Pada awlanya dibuat oleh para progamer untuk memperoleh akses khusus ke dalam program mereka, digunakan untuk memperbaiki kode program jika terdapat BUG. Ada pengembangan yang memeng sengaja membuat backdoor untuk memperoleh infomasi mencurigakan misalnya: memeperoleh informasi kartu kredit dalam transaksi ecommerce. Contoh Backdoor : Natcat, Kaht
2.ROOKIT
Kumpulan software untuk menyembunyikan proses file dan data system yang sedang berjalan dari OS tempat ia bernaung. Rookit sering merubah bagian dari OS dan juga menginstal dirinya sendiri sebagai driver atau modul Kernel.
3.MALWARE (Malicious Software)
Program yang diciptakan dengan maksud dan tujuan tertentu biasanya untuk membobol atau merusak software atau OS.
4.EXPLOIT
Program yang menyerang kerapuhan keamanan, kadang memang dibagun sebagai Malware tetapi sebenarnya digunakan untuk menguji kelemahan sebuah system.
5.FINGER
Perintah dalam platform *NIX(UNIX/LINUX) untuk memperoleh informasi tentang pengguna dalam system.
6.SHELL
Program bawaan OS yang menyediakn komunikasi langsung antara pengguna dan OS. Contoh : COMMAND.COM dalam DOS
CMD.EXE dalam Windows
BOURNE.SHELL dalam LINUX
7.DAEMON
Program yang berjalan di latar belakang (berlawanan dengan program yang dapat dikontrol langsung) yang melakukan beberapa tugas tanpa interversi pengguna. Dimulai pada umumnya pada saat proses booting sebagai proses filenya selalu diakhiri dengan huruf “d” contohnya : syslogd,httpd,dll.
8.SPYWARE
Turun dari adware, yang memantau kebiasaan pengguna dalam menjelajahi internet untuk mendatangkan iklan kepada pengguna. Kebiasaan pengguna seperti data pribadi, email yang nantinya akan digunakan untuk spam (surat sampah).
9.TROJAN HORSE
Beberapa jenis Trojan :
a.Pencuri password
Mengirimkan ke penyerang tempat penyimpanan password suatu system /etc/passwd dalam Linux, file SAM (Security Account Manager) dalam Windows.
b.Keylogger / pencatat penekanan tombol
Memantau semua deteksi penekan tombol keyboard dalam rangka memata-matai.
c.RAT (Remote Administration Toll)
Pengambilan alihan dari computer lain kedalam system.
d.DDOS Trojan / Zombie
Agar system mematikan layanan securitas.
10.DOS (Denial of Service Attacks)
Serangan dari luar yang berusaha menghabiskan resource system sehingga system tidak bias memberikan layanan.